PJOK MATERI SEPAK BOLA SMP KELAS 7
SEPAK
BOLA
A. Koordinasi Teknik Bermain
Sepak Bola
Kerja sama tim yang baik sangat dibutuhkan dalam permainan sepak bola.
Setiap pemain dituntut untuk mengoordinasikan teknik bermainnya dengan teman satu
tim. Terdapat beberapa
hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan koordinasi teknik bermain
sepak bola bersama teman satu tim. Misalnya, menendang bola, menghentikan bola,
menggiring bola, dan menyundul bola.
1. Menendang dan Menghentikan Bola Secara Konsisten dan Tepat
Keterampilan menendang dan menghentikan bola dapat kamu latih dengan melakukan permainan kucing-kucingan. Permainan ini dilakukan bersama
teman-temanmu dengan membentuk dua tim, yaitu tim bebas
dan tim kucing.
Tunjuklah
satu atau dua orang sebagai kucingnya. Permainan kucing-kucingan dilakukan
dengan cara sebagai berikut.
a.
Bola dikuasai oleh salah seorang dari tim bebas atau tim yang bukan kucing.
b.
Orang yang menguasai bola mengoper bola kepada teman dalam satu tim bebas lainnya. Orang yang diberi bola menghentikan bola tersebut dengan baik, kemudian mengoper
bola kembali kepada temannya yang lain.
c.
Tim kucing berusaha
mendapatkan bola tersebut dari tim bebas
dengan cara menyentuh atau
menghadang laju bola.
d.
Sebaliknya, setiap anggota dari tim bebas berusaha untuk
mengoper bola kepada temannya tanpa dapat dijangkau
oleh tim kucing.
e.
Jika bola tersebut dapat disentuh atau dihadang oleh tim kucing, tim kucing berubah menjadi tim bebas dan tim bebas berubah menjadi tim kucing.
Gambar 1.1
Permainan kucing-kucingan
melatih keterampilan menendang dan menghentikan bola
2. Menyundul Bola Secara Konsisten dan Tepat
Untuk dapat menyundul bola secara konsisten dan tepat,
lakukan latihan sebagai berikut.
a.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok.
b.
Tunjuklah salah satu kelompok
untuk menempati bagian
tengah lingkaran yang dibuat
di tempat latihan.
c.
Beberapa siswa dalam
kelompok lainnya, menguasai
atau memegang bola dengan membentuk lingkaran yang
membatasi lapangan permainan. Setiap siswa dalam kelompok
tersebut, bergerak mencari
dan meminta bola untuk
melakukan teknik menyundul.
d.
Sementara itu, siswa yang menguasai bola memberikan atau
melempar bola melambung ke siswa yang meminta
bola.
Kemudian, siswa
yang bersangkutan mengembalikan bola tersebut dengan cara menyundul kepada siswa
yang memberikannya.
Lakukan latihan
ini sebanyak 2–3 set. Setiap
set dilakukan selama
1–2 menit. Pastikan semua
siswa melakukan latihan dengan benar. Bentuk
latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengoper bola melalui
sundulan secara tepat, serta keterampilan mengantisipasi bola yang datang
untuk disundul.
![]() |
Gambar 1.2
Latihan menyundul bola secara
konsisten dan tepat
3. Menendang dan Menggiring Bola Sesuai dengan Waktu dan Ruang
Untuk
dapat menendang dan menggiring bola sesuai waktu dan ruang, lakukanlah latihan
sebagai berikut.
a.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok.
b.
Lakukanlah latihan dengan
menunjuk salah satu
kelompok untuk menguasai bola.
c.
Beberapa siswa dalam kelompok yang tidak menguasai bola,
membentuk lingkaran yang membatasi lapangan permainan kelompok yang menguasai
bola.
d.
Setiap siswa dalam kelompok tersebut melakukan teknik
menggiring bola dengan baik dan benar.
e.
Setelah tiga sentuhan atau lebih saat menggiring bola,
akhiri giringan bola dengan menendang bola tersebut kepada salah seorang siswa
yang berada di samping (yang membentuk lingkaran).
f.
Siswa yang bersangkutan menendang kembali bola tersebut ke siswa yang lain
untuk dikuasai dan
digiring kembali sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.
Lakukan latihan ini sebanyak 2–3 set. Bentuk latihan ini
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menguasai dan mengoper bola dengan
tepat.
Gambar 1.3
Latihan menggiring bola sesuai
dengan waktu dan ruang
B. Taktik Bermain Sepak Bola
Taktik merupakan salah satu faktor
penting yang harus dipahami oleh para
pemain dalam tim. Faktor tersebut menekankan adanya kerja sama tim melalui formasi bermain. Formasi bermain
berhubungan dengan posisi yang
sesuai
dengan keterampilan yang dimiliki oleh setiap pemain dalam satu tim. Oleh karena
itu, setiap pemain
harus mencari dan menemukan posisi
bermain yang terbaik untuk dirinya dan timnya, tanpa terlepas dari
pantauan pelatih yang bersangkutan. Akan
tetapi, dalam sepak
bola modern saat ini para pemain
dituntut untuk menguasai lebih dari satu posisi
bermain.
Jika dilihat dari bentuknya, terdapat beberapa formasi yang biasa digunakan oleh para pelatih untuk diterapkan dalam timnya. Misalnya, formasi 4–4–2, 3–5–2, dan 5–4–1. Namun, sejalan dengan perkembangan sepak bola modern, formasi ini mengalami perubahan karena mengikuti keinginan dan kebutuhan taktik atau strategi dari pelatih.
Formasi bermain 4–4–2
Keterangan:
1.
Penjaga gawang (goal keeper/GK)
2.
Back
kanan (defender right/DR)
3.
Back
kiri (defender leß/DL)
4.
Back
tengah (defender centre/DC)
5.
Back
tengah (defender centre/DC)
6.
Gelandang kanan (midfielder right/MR)
7.
Gelandang kiri
(midfielder leß/ML)
8.
Gelandang tengah (midfielder centre/MC)
9.
Gelandang tengah (midfielder centre/MC)
10.Penyerang (forward centre/FC)
11.Penyerang (forward centre/FC)
1. Penyerangan
Pada permainan sepak bola, pendekatan konstruktif dan
kecerdikan para pemain lebih ditekankan. Tujuan pokok dari permainan
sepak bola yaitu mencetak
gol ke gawang lawan sebanyak-banyaknya. Namun, ada hal-hal lain yang harus
tetap diperhatikan dalam melakukan penyerangan ke pihak lawan.
Pola penyerangan dapat dilakukan oleh suatu tim apabila
para pemain dapat mengendalikan
permainan di lapangan. Pola penyerangan yang baik dapat menentukan keberhasilan tim. Dalam menyusun
pola penyerangan harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
a.
Pengatur serangan
b.
Pembantu serangan
c.
Penembak utama untuk mencetak gol
d.
Peran pemancing lawan
yang bertahan agar
teman satu tim dapat menerobos daerah pertahanan
Untuk memantapkan kerja sama tim dalam penyerangan, perlu
dilakukan latihan bersama sehingga tercipta pola penyerangan yang baik. Latihan
dasar yang sederhana untuk penyerangan yaitu menggiring bola, menendang bola,
menghentikan bola, dan melakukan tembakan ke gawang lawan. Hal tersebut dapat
dilihat pada Gambar 1.5.
Untuk menghasilkan serangan yang baik, pola penyerangan
yang digunakan harus dibuat sedemikian rupa dengan kombinasi serangan yang
bervariasi sehingga lawan kebingungan. Selain itu, penyerang harus mencari titik
kelemahan lawan.
Gambar 1.5
Pola penyerangan 4–3–3
2.
Pertahanan
Pertahanan paling akhir dari suatu
tim adalah pertahanan penjaga gawang.
Walaupun demikian, untuk menciptakan suatu pertahanan yang kuat, semua pemain
dari lini depan hingga lini belakang termasuk penjaga gawang harus saling
bekerja sama. Dengan memiliki pertahanan yang kuat, tim akan tetap bersemangat walaupun lawan terus menerus menguasai bola.
Dalam pertahanan terdapat dua bagian yang
dilakukan secara terpisah, yaitu pertahanan yang dilakukan secara individu dan pertahanan
yang dilakukan secara bersama. Keduanya bertujuan untuk menghambat bola
sehingga tidak membahayakan gawang dari serangan lawan.
Pertahanan individu dilakukan secara “satu lawan
satu” (man to man
marking). Dalam hal ini, pemain harus merebut bola dari penguasaan
lawan. Sebagai latihan, dapat dilakukan penguasaan dan perebutan bola di antara
dua orang pemain.
Gambar 1.6
Penjagaan satu lawan satu (man to man marking)
Pertahanan bersama atau daerah (zone marking) merupakan
pertahanan yang menuntut
kebersamaan. Pertahanan bersama dilakukan terutama ketika menghadapi tendangan
bebas langsung dari pihak lawan, apalagi jika tendangan dekat dengan garis
daerah hukuman. Dalam hal ini, pertahanan dilakukan dengan membentuk tembok
yang kokoh sesuai permintaan dan pengaturan penjaga gawang.

Gambar
1.7




Komentar
Posting Komentar